Sabtu, 20 Oktober 2012

Dear Key


Dear Key

Author: Almighty_KeyKi
Cast: Kim KiBum (Key), Hara (Imaginary Cast)
Support Cast: Kim Jonghyun
Genre: Romance, Sad (?)
Rating:General
Length: 1.262
***
“Aku hanya menginginkan yang terbaik untukmu, kau terlalu sempurna untukku.. Kau tak pantas mendapatkan yeoja sepertiku, yang tidak tau bagaimana cara membahagiakanmu..”
***
Dear Key

Almighty_KeyKi

Author POV
Hujan turun dengan deras, dan angin bertiup sangat kencang. Key menatap keluar jendela, dan termenung.
‘Saat keadaan seperti ini, entah kenapa aku selalu mengingatmu, mengingat bagaimana teganya dirimu meninggalkanku dihari 5thAnniversary, ditengah hujan yang deras. Membiarkanku sendirian, dan sampai sekarang, kau tak pernah mencoba menghubungiku. Aku bertanya-tanya, apa salahku padamu? Apa ada namja lain yang telah menggantikan posisiku dihatimu? Sampai sekarang, aku belum bisa melupakanmu. Senyummu, canda tawamu, semuanya terasa begitu indah.’ Tak terasa butiran air mata telah terjatuh di pipinya. Ia berusaha menyapu air matanya.

“Tidak, Key! Kau harus berjuang melupakannya! Ia sudah menyampakkanmu! Mengapa kau belum bisa menghapus dia dari hatimu?!” Key berteriak pada dirinya sendiri, untuk mengeraskan hatinya. Tiba-tiba Jonghyun masuk ke dalam kamarnya, “Key, tebak siapa yang datang!” Tanyanya dengan berbinar. Key menggeleng sambil mengangkat bahu. “Seseorang yang selalu kau nantikan, Hara!” Teriak Jonghyun.

Key POV
Aku sudah cukup kaget melihat Jonghyun hyung masuk ke kamar ku tiba-tiba, namun aku lebih terkejut ketika melihat seorang yeoja cantik, berbaju pink, dengan rambut terurai,melangkah  masuk ke dalam kamarku. Aku langsung terdiam membeku, tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi. Yeoja yang sangat kucintai, dan kini telah meninggalkanku, Hara!
Argh! Kenapa ia harus kembali! Kenapa ia harus kembali, menghancurkan hatiku, yang sudah mulai kutata rapi, lalu pergi lagi, untuk apa?!
Jonghyun hyung meninggalkan kami berdua di kamar. Aku duduk diam, tidak bergeming. 

Hara mendekatiku dan menjawil pipiku, “Kenapa kau terdiam seperti itu?” Tanyanya sambil tersenyum, senyum terindah yang pernah tersungging dari bibirnya. Aku memperhatikan Hara dari atas sampai bawah, ia terlihat lebih kurus dan lemah dari biasanya.
Dia beranjak membongkar tasnya, dan meneluarkan sebuah kotak. “Bukalah!” perintahnya. Aku membukanya, sebuah kalung dengan mainan berbentuk kunci, dengan semburat pink disekitarnya, ahh.. dia benar-benar mengerti kalau aku sangat menyukai pink! “Ini hadiah  5th Anniversary dariku. Apa kau ingat? Maaf aku terlambat memberikannya.”

Aku segera memeluknya, memeluknya dengan erat, tidak mau kehilangannya. “Hara, kumohon jangan pernah tinggalkan aku lagi. Aku sangat mencintaimu..” bisikku tepat di telinganya. “Kenapa kau dulu meninggalkanku, apa salahku?” bisikku lagi.

Hara POV
Aku melepas pelukanku perlahan. Dalam hati aku sangat bingung, bagaimana caraku menjelaskan alasanku padanya? “Sudahlah, tidak usah dibahas..” hanya itu yang dapat kuucapkan dari bibirku. Tiba-tiba ia menarik tanganku, “Ayo kita minta izin dari orangtua-mu, agar aku bisa menikah denganmu” katanya tiba-tiba. Aku tertawa kecil, “Jangan gila!” tawaku. “Kenapa kau tertawa? Aku serius!” kata Key.
Aku menoleh keluar jendela. “Hujan sudah reda. Ayo kita berjalan-jalan! Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat yang sangat indah. Kau pasti menyukainya!” Kataku. “Kemana?” Tanyanya. “Ikut saja” tukasku.
 ***
“Kita sampai! Ini adalah tempat favoritku.” Kataku. “Taman ini indah sekali.” Katanya. Key menggandeng tanganku, kami menyusuri pinggiran danau kecil di dalam taman. “Hara..” katanya tiba-tiba. “Aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu.. tolong jangan pergi lagi, aku tidak kuat hidup tanpamu.. Maukah kau menikah denganku? Aku berjanji akan membahagiakanmu.. Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku berjanji!” katanya. Aku terdiam, bagaimana caraku menjelaskan padanya, bahwa aku tidak bisa bersamanya? Aku tidak berani menatap matanya. “Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?” Tanyanya.

Tiba-tiba hujan turun deras, kami sibuk mencari tempat berteduh. Akhirnya Key berkata, “Tidak ada tempat berteduh di dekat sini!Pakailah jaketku untuk menutupi kepalamu, Ayo kita cari tempat berteduh” ia memberikan jaketnya padaku. Kami pun berlari beriringan keluar dari taman itu. “Disana ada gubuk kecil!” kataku. Kami berlari menuju gubuk, Ya Tuhan.. Kepalaku pusing sekali.. Aku memegangi kepalaku, aku melihat Key menggigil kedinginan. Badannya basah kuyup, sedangkan aku tidak terlalu basah. “Kita tunggu sebentar sampai hujannya reda.”kata Key. Setelah menunggu beberapa saat, hujan malah semakin deras.
“Key, hujan semakin deras, sebaiknya kita pulang saja.” Usulku, Key mengangguk, “Kau tunggu disini, biar aku mencari taksi” katanya, ia pun menerobos hujan, berkali-kali ia mencoba menyetop taksi, namun tidak ada taksi yang berhenti. Aku kasihan melihatnya menggigil kedinginan. Akhirnya ada taksi yang mau berhenti. Ku genggam tangan Key yang membeku, dan kurasakan ia sangat kedinginan, namun ia hanya tersenyum.
***
Sesampainya di rumah Key
Author POV
“Ya ampun.. Kalian basah sekali..” Komentar Jonghyun ketika melihat Key dan Hara. Mereka berdua tersenyum tipis. “Cepat sana ganti baju! Hara, apa kau membawa baju ganti?” Tanya Jonghyun. “Bawa, oppa..” jawabnya. Selesai berganti baju, Hara masuk ke kamar Key. Ia melihat Key bersin terus-menerus. Ia mengambil air hangat dan sebuah handuk kecil. “Berbaringlah! Aku akan mengompresmu..” perintah Hara. Key menurut, memang saat ini, kepalanya sangat pusing.
“Hara, kau belum jawab pertanyaanku di taman tadi.” Kata Key. Hara diam saja, ia tetap mengompres Key, tanpa memedulikan ucapannya tadi. “Kalau kau memang tidak mau bersamaku, ya sudah, pergi saja sana! Tidak usah kembali! Untuk apa kau kembali, kalau akhirnya kau harus meninggalkan ku, kenapa tidak pergi saja untuk selamanya, biarkan aku sendiri!” Bentak Key pada Hara.

“Sudahlah, Key..” bisik Hara lemah. Key memperhatikan Hara, yeoja itu terlihat sangat lemah dan ringkih. Dan itu membuat Key iba padanya, dalam keadaan seperti ini Hara masih mau mengurusnya, padahal Hara pun kedinginan sama sepertinya. Key terdiam. Lama-lama Key tertidur. Hara tersenyum melihat wajah tidur Key. Hara mengeluarkan bolpen dan secarik kertas, ia pun menulis sesuatu disitu. Kemudian ia melipat kertas tersebut, dan menaruhnya disamping bantal Key. Hara melirik jam dan mendesah, “Sudah waktunya.. Selamat tinggal Key..” Hara mengecup kening Key. Dan keluar dari kamarnya.
“Hara, kau mau kemana?” Tanya Jonghyun yang sedang menonton tv. “Jonghyun oppa, aku harus pulang.. Oppa maaf ya, kalau aku punya salah padamu..” Pamit Hara. “Salah apa? Kau selalu baik padaku dan Key.. Oh ya, apa kau tidak mau ku antar?” Tawar Jonghyun. “Tidak oppa, Eomma yang akan menjemputku.. Aku pulang dulu oppa..” Jonghyun mengangguk “Hati-hati, ya..” ‘Aneh.. Kenapa Hara tiba-tiba minta maaf padaku? Apa jangan-jangan.. Ah, sudahlah’ pikir Jonghyun.
***
Key terbangun dan mendapati tidak ada Hara disampingnya. “Hara.. Hara..” Panggil Key. Ia tidak menemukan Hara, tapi ia menemukan secarik kertas yang dilipat disampingnya, “apa ini?” pikir Key. Ia pun membuka lipatan kertas itu dan membacanya.

Dear Key..
Sebelumnya aku minta maaf padamu karena dihari 5th Anniversary kita, aku meninggalkanmu. Ketahuilah Key, aku meninggalkanmu bukan karena aku tidak lagi mencintaimu, aku meninggalkanmu karena.. Aku baru tahu bahwa aku mengidap penyakit kanker.. Aku bingung, Key.. Aku merasa putus asa..
Akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkanmu, Mencintai tidak harus saling memiliki. Aku hanya menginginkan yang terbaik untukmu, kau terlalu sempurna untukku.. Kau tak pantas mendapatkan yeoja sepertiku, yang tidak tau bagaimana cara membahagiakanmu.. Bagaimana bisa aku membahagiakanmu? Sedangkan sisa hidupku hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Menurut vonis dokter, ini hari terakhirku.. Aku diizinkan mengunjungi orang yang aku sayangi untuk terakhir kalinya. Aku langsung pergi ke rumahmu. Aku ingin merasakan pergi jalan-jalan bersamamu untuk terakhir kalinya. Sebelum jam 5 aku harus tiba di rumah sakit. Eomma ku sudah menjemputku, Key..
Carilah seorang yeoja yang lebih pantas untuk mendampingimu.. Kalau memang Tuhan menghendaki hari ini adalah hari terakhirku, kumohon jangan tangisi aku.. Relakan kepergianku.. Apabila aku telah berada di surga nanti, aku akan membisikkan pada Tuhan, agar kau hidup bahagia di dunia, dan kita dapat disatukan di akhirat nanti..Saranghae, Key..

Love,
Hara
Key merasa Hara bercanda padanya, Key segera menelpon Eomma Hara untuk menanyakannya. “Hara..Hara sudah tiada, Key..” isak Eomma Hara di ujung saluran telepon. Key terdiam, tak sanggup menahan tangisnya, tepat saat itu Jonghyun masuk ke kamar Key. “Kau sudah dengar kabar, Key?” Tanya Jonghyun sedih. Key mengangguk sambil menyerahkan surat dari Hara. Jonghyun memeluk Key. “Sabar ya, Key.. ikhlaskan kepergiannya..”
***
Di pemakaman Hara
“Hara, aku mencintaimu.. Kini aku mengerti arti diammu selama ini. Terima kasih, Hara, sudah memberikan tahun-tahun indah dalam hidupku, bersamamu.Suatu saat aku pasti menyusulmu, dan aku akan berdoa pada Tuhan agar menyatukan kita di akhirat nanti” kata Key sambil menaruh bunga Mawar, bunga kesayangan Hara, diatas makam Hara. Dan beranjak pergi.
END~


ADMIN AUTHOR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar