Author:
Almighty_KeyKi
Cast:
Kim
KiBum (Key), Hara (Imaginary Cast)
Support
Cast: Kim Jonghyun
Genre:
Romance, Sad (?)
Rating:General
Length:
1.262
***
“Aku
hanya menginginkan yang terbaik untukmu, kau terlalu sempurna untukku.. Kau tak
pantas mendapatkan yeoja sepertiku, yang tidak tau bagaimana cara
membahagiakanmu..”
***
Dear
Key
Almighty_KeyKi
Author
POV
Hujan turun dengan deras, dan angin bertiup sangat
kencang. Key menatap keluar jendela, dan termenung.
‘Saat
keadaan seperti ini, entah kenapa aku selalu mengingatmu, mengingat bagaimana
teganya dirimu meninggalkanku dihari 5thAnniversary, ditengah hujan
yang deras. Membiarkanku sendirian, dan sampai sekarang, kau tak pernah mencoba
menghubungiku. Aku bertanya-tanya, apa salahku padamu? Apa ada namja lain yang
telah menggantikan posisiku dihatimu? Sampai sekarang, aku belum bisa
melupakanmu. Senyummu, canda tawamu, semuanya terasa begitu indah.’ Tak
terasa butiran air mata telah terjatuh di pipinya. Ia berusaha menyapu air
matanya.
“Tidak, Key! Kau harus berjuang melupakannya! Ia
sudah menyampakkanmu! Mengapa kau belum bisa menghapus dia dari hatimu?!” Key
berteriak pada dirinya sendiri, untuk mengeraskan hatinya. Tiba-tiba Jonghyun
masuk ke dalam kamarnya, “Key, tebak siapa yang datang!” Tanyanya dengan berbinar.
Key menggeleng sambil mengangkat bahu. “Seseorang yang selalu kau nantikan, Hara!”
Teriak Jonghyun.
Key
POV
Aku sudah cukup kaget melihat Jonghyun hyung masuk
ke kamar ku tiba-tiba, namun aku lebih terkejut ketika melihat seorang yeoja
cantik, berbaju pink, dengan rambut terurai,melangkah masuk ke dalam kamarku. Aku langsung terdiam
membeku, tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi. Yeoja yang sangat
kucintai, dan kini telah meninggalkanku, Hara!
Argh! Kenapa ia harus kembali! Kenapa ia harus
kembali, menghancurkan hatiku, yang sudah mulai kutata rapi, lalu pergi lagi,
untuk apa?!
Jonghyun hyung meninggalkan kami berdua di kamar.
Aku duduk diam, tidak bergeming.
Hara mendekatiku dan menjawil pipiku, “Kenapa kau
terdiam seperti itu?” Tanyanya sambil tersenyum, senyum terindah yang pernah
tersungging dari bibirnya. Aku memperhatikan Hara dari atas sampai bawah, ia
terlihat lebih kurus dan lemah dari biasanya.
Dia beranjak membongkar tasnya, dan meneluarkan sebuah
kotak. “Bukalah!” perintahnya. Aku membukanya, sebuah kalung dengan mainan
berbentuk kunci, dengan semburat pink disekitarnya, ahh.. dia benar-benar
mengerti kalau aku sangat menyukai pink! “Ini hadiah 5th Anniversary dariku. Apa kau
ingat? Maaf aku terlambat memberikannya.”
Aku segera memeluknya, memeluknya dengan erat, tidak
mau kehilangannya. “Hara, kumohon jangan pernah tinggalkan aku lagi. Aku sangat
mencintaimu..” bisikku tepat di telinganya. “Kenapa kau dulu meninggalkanku,
apa salahku?” bisikku lagi.
Hara
POV
Aku melepas pelukanku perlahan. Dalam hati aku
sangat bingung, bagaimana caraku menjelaskan alasanku padanya? “Sudahlah, tidak
usah dibahas..” hanya itu yang dapat kuucapkan dari bibirku. Tiba-tiba ia
menarik tanganku, “Ayo kita minta izin dari orangtua-mu, agar aku bisa menikah
denganmu” katanya tiba-tiba. Aku tertawa kecil, “Jangan gila!” tawaku. “Kenapa
kau tertawa? Aku serius!” kata Key.
Aku menoleh keluar jendela. “Hujan sudah reda. Ayo
kita berjalan-jalan! Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat yang sangat indah.
Kau pasti menyukainya!” Kataku. “Kemana?” Tanyanya. “Ikut saja” tukasku.
***
“Kita sampai! Ini adalah tempat favoritku.” Kataku.
“Taman ini indah sekali.” Katanya. Key menggandeng tanganku, kami menyusuri
pinggiran danau kecil di dalam taman. “Hara..” katanya tiba-tiba. “Aku sangat
mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu.. tolong jangan pergi lagi, aku tidak
kuat hidup tanpamu.. Maukah kau menikah denganku? Aku berjanji akan
membahagiakanmu.. Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku berjanji!” katanya.
Aku terdiam, bagaimana caraku menjelaskan padanya, bahwa aku tidak bisa
bersamanya? Aku tidak berani menatap matanya. “Kenapa kau tidak menjawab
pertanyaanku?” Tanyanya.
Tiba-tiba hujan turun deras, kami sibuk mencari
tempat berteduh. Akhirnya Key berkata, “Tidak ada tempat berteduh di dekat
sini!Pakailah jaketku untuk menutupi kepalamu, Ayo kita cari tempat berteduh”
ia memberikan jaketnya padaku. Kami pun berlari beriringan keluar dari taman
itu. “Disana ada gubuk kecil!” kataku. Kami berlari menuju gubuk, Ya Tuhan..
Kepalaku pusing sekali.. Aku memegangi kepalaku, aku melihat Key menggigil
kedinginan. Badannya basah kuyup, sedangkan aku tidak terlalu basah. “Kita
tunggu sebentar sampai hujannya reda.”kata Key. Setelah menunggu beberapa saat,
hujan malah semakin deras.
“Key, hujan semakin deras, sebaiknya kita pulang
saja.” Usulku, Key mengangguk, “Kau tunggu disini, biar aku mencari taksi”
katanya, ia pun menerobos hujan, berkali-kali ia mencoba menyetop taksi, namun
tidak ada taksi yang berhenti. Aku kasihan melihatnya menggigil kedinginan.
Akhirnya ada taksi yang mau berhenti. Ku genggam tangan Key yang membeku, dan
kurasakan ia sangat kedinginan, namun ia hanya tersenyum.
***
Sesampainya
di rumah Key
Author
POV
“Ya ampun.. Kalian basah sekali..” Komentar Jonghyun
ketika melihat Key dan Hara. Mereka berdua tersenyum tipis. “Cepat sana ganti
baju! Hara, apa kau membawa baju ganti?” Tanya Jonghyun. “Bawa, oppa..”
jawabnya. Selesai berganti baju, Hara masuk ke kamar Key. Ia melihat Key bersin
terus-menerus. Ia mengambil air hangat dan sebuah handuk kecil. “Berbaringlah!
Aku akan mengompresmu..” perintah Hara. Key menurut, memang saat ini, kepalanya
sangat pusing.
“Hara, kau belum jawab pertanyaanku di taman tadi.”
Kata Key. Hara diam saja, ia tetap mengompres Key, tanpa memedulikan ucapannya
tadi. “Kalau kau memang tidak mau bersamaku, ya sudah, pergi saja sana! Tidak
usah kembali! Untuk apa kau kembali, kalau akhirnya kau harus meninggalkan ku,
kenapa tidak pergi saja untuk selamanya, biarkan aku sendiri!” Bentak Key pada
Hara.
“Sudahlah, Key..” bisik Hara lemah. Key
memperhatikan Hara, yeoja itu terlihat sangat lemah dan ringkih. Dan itu
membuat Key iba padanya, dalam keadaan seperti ini Hara masih mau mengurusnya,
padahal Hara pun kedinginan sama sepertinya. Key terdiam. Lama-lama Key
tertidur. Hara tersenyum melihat wajah tidur Key. Hara mengeluarkan bolpen dan
secarik kertas, ia pun menulis sesuatu disitu. Kemudian ia melipat kertas
tersebut, dan menaruhnya disamping bantal Key. Hara melirik jam dan mendesah,
“Sudah waktunya.. Selamat tinggal Key..” Hara mengecup kening Key. Dan keluar
dari kamarnya.
“Hara, kau mau kemana?” Tanya Jonghyun yang sedang
menonton tv. “Jonghyun oppa, aku harus pulang.. Oppa maaf ya, kalau aku punya
salah padamu..” Pamit Hara. “Salah apa? Kau selalu baik padaku dan Key.. Oh ya,
apa kau tidak mau ku antar?” Tawar Jonghyun. “Tidak oppa, Eomma yang akan
menjemputku.. Aku pulang dulu oppa..” Jonghyun mengangguk “Hati-hati, ya..” ‘Aneh.. Kenapa Hara tiba-tiba minta maaf
padaku? Apa jangan-jangan.. Ah, sudahlah’ pikir Jonghyun.
***
Key terbangun dan mendapati tidak ada Hara
disampingnya. “Hara.. Hara..” Panggil Key. Ia tidak menemukan Hara, tapi ia
menemukan secarik kertas yang dilipat disampingnya, “apa ini?” pikir Key. Ia
pun membuka lipatan kertas itu dan membacanya.
Dear
Key..
Sebelumnya
aku minta maaf padamu karena dihari 5th Anniversary kita, aku
meninggalkanmu. Ketahuilah Key, aku meninggalkanmu bukan karena aku tidak lagi
mencintaimu, aku meninggalkanmu karena.. Aku baru tahu bahwa aku mengidap
penyakit kanker.. Aku bingung, Key.. Aku merasa putus asa..
Akhirnya
aku memutuskan untuk meninggalkanmu, Mencintai tidak harus saling memiliki. Aku
hanya menginginkan yang terbaik untukmu, kau terlalu sempurna untukku.. Kau tak
pantas mendapatkan yeoja sepertiku, yang tidak tau bagaimana cara
membahagiakanmu.. Bagaimana bisa aku membahagiakanmu? Sedangkan sisa hidupku
hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Menurut
vonis dokter, ini hari terakhirku.. Aku diizinkan mengunjungi orang yang aku
sayangi untuk terakhir kalinya. Aku langsung pergi ke rumahmu. Aku ingin
merasakan pergi jalan-jalan bersamamu untuk terakhir kalinya. Sebelum jam 5 aku
harus tiba di rumah sakit. Eomma ku sudah menjemputku, Key..
Carilah
seorang yeoja yang lebih pantas untuk mendampingimu.. Kalau memang Tuhan
menghendaki hari ini adalah hari terakhirku, kumohon jangan tangisi aku..
Relakan kepergianku.. Apabila aku telah berada di surga nanti, aku akan
membisikkan pada Tuhan, agar kau hidup bahagia di dunia, dan kita dapat
disatukan di akhirat nanti..Saranghae, Key..
Love,
Hara
Key merasa Hara bercanda padanya, Key segera
menelpon Eomma Hara untuk menanyakannya. “Hara..Hara sudah tiada, Key..” isak
Eomma Hara di ujung saluran telepon. Key terdiam, tak sanggup menahan
tangisnya, tepat saat itu Jonghyun masuk ke kamar Key. “Kau sudah dengar kabar,
Key?” Tanya Jonghyun sedih. Key mengangguk sambil menyerahkan surat dari Hara.
Jonghyun memeluk Key. “Sabar ya, Key.. ikhlaskan kepergiannya..”
***
Di
pemakaman Hara
“Hara, aku mencintaimu.. Kini aku mengerti arti
diammu selama ini. Terima kasih, Hara, sudah memberikan tahun-tahun indah dalam
hidupku, bersamamu.Suatu saat aku pasti menyusulmu, dan aku akan berdoa pada
Tuhan agar menyatukan kita di akhirat nanti” kata Key sambil menaruh bunga
Mawar, bunga kesayangan Hara, diatas makam Hara. Dan beranjak pergi.
END~
ADMIN AUTHOR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar