Tittle : What is
Love?
Author : Lee Taeyeon
Cast :Hwang Zi
Tao
Kim Jong In a.k.a Kai
Han Hye Ra (Imaginary Cast)
Genre : Romance,
Friendship
A.N :
Annyeong.. i’m coming back!!! Oh ya, Tao
Exo-M itu kan orang chinese, tapi author gak tau ngarang imaginary cast yang
namanya chinese, jadi author pake marga orang korea aja, ya... Mian kalo banyak
typo.. Happy Reading.. ^^
***
Tao P.O.V
“Tao!!” terdengar suara riang. Itu pasti Hye Ra! Aku-pun
berbalik, seorang yeoja berlari kencang menghampiri-ku. “Tao! Kamu kok gak
nunggu aku sih? Kan aku udah bilang kalo mau beragkat bareng sama kamu!!” Hye
Ra cemberut. Aku hanya tersenyum, “Habisnya kamu kelamaan sih..” Hyera
menggandeng tanganku dan berjalan terburu-buru.”Kajja! Nanti kita terlambat.
DEG! Ini yang selalu kurasakan saat dekat dengan Hye Ra,
Jantungku benar-benar susah dikontrol.
Girl, I can’t explain
what i feel..
@ Classroom
“Ihh, nyebelin banget sih, namja itu. Sok ganteng, sok
diharapkan! Benci banget deh sama dia!”Hyera curhat denganku, ada namja yang
disukainya dari kelas sebelah namanya Kai. Hye Ra sudah berusaha berbagai cara
agar Kai tau bahwa Hye Ra suka padanya, namun Kai masih aja cuek dengannya. Aku
tersenyum mendengar ceritanya. “Sudah, biarkan saja.. Nanti juga dia bakalan
tau..” Tukasku.
Jujur saja, aku menyukai Hye Ra dari dulu. Dan aku senang
Hye Ra dekat denganku, walau hanya sebatas sahabat.Aku senang Hye ra curhat
denganku. Mungkin, karena itu juga aku
kurang mendukung hubungannya dengan Kai.
Making a day, feel
like a minute
With you, i’m the main
character of the movie
As if i’m about to
film action an action scene to come to see you, as if i’ve become a hero.
Keesokan harinya..
“Tao, plissss bantuin aku dong, ngedeketin Kai. Aku
bener-bener naksir sama dia!!” Rengek Hye Ra.
Tidakkah dia tau bahwa
dia bercerita dengan orang yang benar-benar mencintainya? Aku menarik napas
panjang lalu memutar tubuhku berhadapan dengan Hye Ra, dan menggenggam kedua
tangannya. “Hye Ra.. Aku tau ini mungkin agak rumit untukmu.. tapi.. aku
mencintaimu! Maukah kau menjadi yeojachingu-ku?” Aku bahkan tak berani menatap
matanya. Hye Ra terdiam, “Jadi ini sebabnya kau tidak pernah mendukung
hubunganku dengan Kai?”
Aku menarik napas panjang, dan menangguk perlahan. Hye Ra
melepaskan tangannya dari genggamanku. “Kupikir kau adalah sahabatku! Ternyata
kau egois! Menginginkan kebahagianmu sendiri! Kau mendekatiku karena
menginginkan cintaku! Kau ini sahabatku! TIDAK LEBIH! Aku benar-benar kecewa
padamu.” Hye Ra berlari menjauhiku. “HYE RA!” panggilku. Namun ia tidak
mendengarkanku.
@ Rumah
Aku berbaring di kasurku, dan menyesali apa yang kukatakan
barusan. Bodohnya aku! Kata-kata tersebut telah merusak hubunganku dengan Hye
Ra!
You’re perfect to me,
i imagined.
How would it be if
we’re together?
If only you say ok,
everything will be perfect, oh baby..
Aku meraih ponselku dan mengetik puluhan SMS berisi kata
maaf kepada Hye Ra, dan permohonan agar kami kembali rukun... Sekian lama, ia
pun menjawab, tidak apa-apa, Tao. Aku
menyesal telah membentakmu, lupakan saja yang terjadi siang tadi. Aku
menghela napas, sampai kapanpun Kai akan selalu ada di hati Hye Ra, dan sebagai
sahabatnya, aku akan mendukungnya, dan membuatnya bahagia. Tak peduli seberapa
besar efeknya pada perasaanku sendiri.
Keesokan harinya..
“Mianhae, Hye Ra.. Soal kemarin..”
“Ne.. Tidak apa-apa.. Aku minta maaf tidak bisa menerimamu.
Aku mencintai Kai.. mungkin ini berat untukmu,,”
“Tidak apa-apa” potongku. Hyera tersenyum menatapku, “Kau
memang sahabat yang baik”
I lost my mind, the
moment i saw you
Except you, everything
get in slow motion
Tell me if this is
love..
Beberapa bulan kemudian..
Sekarang, Hyera sudah jadian dengan Kai. Aku juga tidak tau
kenapa tiba-tiba Kai jadi menerima Hyera.
Fighting, crying, and
hugging
Tell me if this is a
love..
@ Sekolah
Kai melabrakku. “Ada hubungan apa kau dengan Hyera?” Ia
meraih kerah bajuku. “Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya” tegasku.
“Baguslah.. Kalau kau mencoba mendekatinya aku akan menghabisimu!” ancamnya.
All guys in the world
are jealous of me
@ sepulang sekolah
Hmm.. Lagi-lagi harus pulang tanpa Hyera. Setiap kuajak
pergi ada saja alasannya, yang mau pergi dengan Kai-lah, yang tidur-lah, yang
capek-lah. Hyera mulai menjauhiku, mungkin karena Kai. Apa segitu cintanya
Hyera pada Kai? Entahlah..
Saat makan di cafe aku melihat sepasang kekasih, bermesraan
berdua, tidak jauh dari mejaku. Sang namja membelai kepala yeojanya dan mencium
bibirnya. Sementara yeoja itu menyandarkan kepalanya pada namja itu dan tersipu
saat namja itu mencium bibirnya. Hiii.. Aku benci adegan seperti itu.. Aku
memalingkan wajah dari mereka, tunggu! Aku kenal namja itu! Aku kembali melirik
mereka.
Namja itu KAI!! Kekasih sahabatku. Tapi yeoja disampingnya
bukan Hyera! Dasar playboy! Bagaimana kalau sampai Hye Ra tau hal ini? Hatinya
bisa hancur! Aku belum siap mengatakannya pada Hyera, lagipula dia belum tentu
percaya.
You will find out that
i’m the guy whom you can trust..
@ Sekolah
Aku melihat Hyera dan Kai berciuman. Hatiku panas, ingin
segera aku mengatakan pada Hyera bahwa Kai telah mempermainkannya. Tapi aku
mencoba tenang, biarlah ia tau sendiri.
I don’t know why this
unconditional emotion
Did i ever imagine?
@ sepulang sekolah
“Pulang bareng yuk..” ajak Hyera. Aku menggeleng pelan,
“mian hyera, aku kurang enak badan..” tolakku. “Oh.. Yasudah.. jangan lupa
istirahat..” pesan Hyera, aku bisa melihat jelas kekecewaan di wajahnya. Aku
enggan mengakui kalau rasa bersalahku padanya semakin besar.Di tuang ganti, Aku
mendengar Kai menelpon seseorang dengan panggilan ‘chagiya’ dan mengajaknya
bertemu di kafe dimana aku melihatnya dengan yeoja waktu itu. Tunggu aku punya
ide!! “Hyera!” panggilku lagi. Ia menoleh, “ada apa?”
“Kai mana? Kok tumben gak nganterin pulang..”
“lagi gak bisa ngantarin pulang, katanya mau ngantarin
ummanya belanja.”
“Jalan-jalan yuk.. Aku traktir makan siang”
“loh, tadi katanya lagi kurang enak badan..”
“Gak papa, nanti juga sembuh.. Kajja!!” aku menarik
tangannya. Tuhan.. semoga yang kulakukan ini benar..
@ halaman cafe
“Makan di sini aja ya..”
“Ok, deh.. Aku juga laper” Hyera mengelus perutnya.
Duuhh, semoga Kai tidak membatalkan janjinya dengan yeoja
itu, aku sudah bertekad, cepat atau lambat, Hyera harus mengetahui Kai yang
sebenarnya.
Kami masuk dan memesan makanan, mataku mencari-cari sosok
Kai. Dan.. itu dia!! Dipojok dengan gadis itu. Mereka berangkulan mesra sekali.
Aku mencari momen yang pas. Kai dan yeoja itu hendak membayar makanan di kasir,
mereka belum melepas rangkulan, bahkan ciuman mereka. aku berjalan dengan arah
yang berlawanan sambil membawa minumanku. Aku menabraknya sehingga minumku
tumpah di bajunya.
“Mian..” Aku menunduk.
“Kau lagi?!” Ia membentakku, sehingga perhatian semua orang
tertuju pada kami, tak terkecuali Hyera. Ia menatap Kai dengan tidak percaya.
Dan segera melabrak Kai.
“Dasar namja brengsek!”
SLAP~
Bunyi plak
menggema di cafe itu. Hyera menangis dan berlari keluar dari cafe, aku
terlambat mengejarnya sehingga ia telah menaiki taksi. Aku berjalan menuju
mobilku, biarlah menyakitkan, cepat atau
lambat ia harus tau..
***
Sudah beberapa hari Hyera tidak masuk sekolah. Sudah entah
berapa labrakan dan makian yang diberikan Kai dan gengnya, namun aku tak
peduli. Hari ini aku berniat menjenguk Hye Ra.
@ Rumah Hyera
Umma Hyera menyambutku, “Hyera tidak mau keluar kamar
berhari-hari.. Umma bingung bagaimana membujukknya..” Umma Hyera mempersilakan
ku masuk ke kamar Hyera.
Aku mengetuk pintunya, “Hyera..”
Tidak ada jawaban hanya isak tangis. Aku membuka pintu
perlahan, mendapati kamarnya yang seperti kapal pecah, dan menemukan ia menangis
di sudut ruangannya. Aku memeluknya dan berbisik di teliganya, “Tenang Hyera,
selama aku di sini semua akan baik-baik saja..” Ia masih menangis, aku mencium
rambutnya. “Mianhae, Tao.. Kini aku tau siapa yang aku cintai..”
“Siapa?” tanyaku.
“Kamu..”
Aku mempererat pelukanku..
I can tell this is
love
I will make you smile
often like a child
I will make you feel
the most comfortable, like a friend
My baby, Just tell me
exactly what is love..
END~
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar